Islam itu Indah, Islam itu Damai



Setelah masyarakat Bali dan umat Islam berhasil mengusir para penjajah, dan Negara tercinta ini bebas dari cengkraman para perampok tanah air, hubungan antara umat Islam dan masyarakat Bali khsusunya umat Hindu, tetap terjalin dengan baik dan berlangsung hingga umat muslim hidup berdampingan dengan umat Hindu. Bahkan panji Islam bertuliskan lafad tauhid “La Ilaha Illallah” yang dibawa oleh Syekh Al-Qodri ketika perang, disimpan di Puri Negara sebagai penghargaan atas jasa para pejuang dari umat Islam. Di tempat lain, umat muslim juga diberi sebidang tanah dan diizinkan membangun tempat ibadah. Ini sebagai bukti bahwa umat Hindu ingin terus menjaga hubungan yang baik dengan umat Islam.

Memang, banyak fakta membuktikan betapa hubungan umat Islam dari kampung-kampung kuno di Bali dan masyarakat Hindu sangat harmonis. Kenyataan ini tentu terbangun dari ikatan cinta tanah air, ketika melawan para penjajah, mereka mengangkat senjata bersama untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Hubungan keduanya semakin bertambah erat dan harmonis ketika keturunan mereka ada yang menjalin cinta dan kemudian dilanjutkan dengan membina rumah tangga. Entah karena ingin berkumpul dengan keluarga yang sudah di Bali sejak masa kerajaan dan kolonial seperti Nur Alam yang menikah dengan putri Puri Tabanan yang diberi pelungguhan, kemudian mengajak keluarganya yang di Banyuwangi untuk berkumpul, termasuk tujuan ekonomi.



Tinggalkan Komentar


© 2018 Buletin Dakwah Muslim Bali